Desain Apartemen Studio Mungil dengan Loft Bed untuk Memaksimalkan Ruang

Memaksimalkan ruang dalam apartemen studio yang berukuran super mungil merupakan sebuah tantangan utama. Seperti yang dihadapi oleh Co+In Collaborative dalam mendesain apartemen mini ini. Pendekatan yang dipergunakan di sini adalah menghadirkan loft bed yang memberikan ruang ekstra di bagian bawah sebagai ruang penyimpanan. Perpaduan desain dengan warna-warna netral dan lembut membuat hunian mikro ini menjadi nyaman dan livable.

Desain Open Floor Plan
Desain open floor yang menghubungkan semua area dalam apartemen studio untuk kesan lapang, karya Co+In Collaborative Lab, via arsitag.com

Penerapan desain open floor plan menyesuaikan dengan ukuran apartemen studio yang super mungil. Dari pintu masuk, terdapat sebuah lorong pendek dengan dapur di satu sisi dan kabinet di sisi lain. Di ujung lorong terdapat area terbuka yang merupakan ruang bersantai sekaligus ruang makan. Untuk mempertegas kesan terbuka, lapang, dan ringan dalam apartemen satu kamar, dipergunakan kombinasi warna netral putih, abu-abu, dan warna kayu lembut. Ditambah, sedikit sentuhan hijau yang menyegarkan dalam bentuk tanaman di beberapa sudut hunian.

Ruang Makan + Ruang Santai
Meja geser yang hemat tempat plus ragam rak untuk area penyimpanan, karya Co+In Collaborative Lab, via arsitag.com

Desain apartemen kecil menerapkan konsep ruangan multifungsi. Contohnya, area ini memiliki fungsi ganda yaitu sebagai ruang makan sekaligus ruang bersantai. Bahkan, juga sebagai tempat untuk menjamu tamu yang datang berkunjung. Sofa berbentuk L pada sisi ini dapat diubah menjadi sofabed bila dibutuhkan. Sementara, meja makan yang ada sebenarnya merupakan bagian dari lemari TV, sebagai wujud penghematan ruang. Pada sisi ini pula, terdapat beberapa rak penyimpanan mulai dari rak gantung di atas sofa, hingga rak tunggal yang berada tepat di plafon hunian. Sangat praktis, ya?!

Mini Stair dan Mini Gallery
Trik cerdik menggunakan area penyimpanan sebagai tangga pembatas antara ruang TV dan tempat tidur, karya Co+In Collaborative Lab, via arsitag.com

Ada kejutan lain di dalam apartemen mini ini. Bagian dari ruang makan tak hanya digunakan penghuni apartemen studio untuk bersantai sembari menikmati tayangan TV. Di sisi kanan meja TV, terdapat sebuah mini stair menuju loft bed! Cobalah perhatikan. Pada sisi tempat tidur, terdapat rak terbuka yang menjadi sebuah mini gallery untuk menyembunyikan keberadaan tempat tidur di baliknya. Desain ini bertujuan untuk memberikan privasi sekaligus menjadi partisi antara ruang publik dan ruang pribadi dalam apartemen studio.

Mini stair itu sendiri memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai penghubung antara loft bed dan ruang bersantai. Ditambah, menjadi bagian dari sistem area penyimpanan dalam hunian ini.

Desain Full Kitchen
Full kitchen yang dilengkapi dengan peralatan modern, karya Co+In Collaborative Lab, via arsitag.com

Apartemen studio ini menggunakan full compact kitchen. Penataan dapur pada salah satu sisi dilengkapi dengan peralatan modern dengan gaya yang sleek dan mengkilat. Dibalut warna abu-abu gelap hitam yang membuatnya tampil menonjol di antara furnitur lainnya. Kitchen cabinet menggunakan paduan antara warna kayu lembut yang serupa dengan warna lantai, serta kabinet dengan kaca buram untuk kesan bersih dan lapang..

View dari atas loft bed yang berada di sisi lain dapur memperlihatkan ukuran dapur yang compact, karya Co+In Collaborative Lab, via arsitag.com

Dapur apartemen studio berhadapan langsung dengan tempat tidur. Posisi loft bed yang lebih tinggi, sedikit tersembunyi dari pandangan berkat penataan lemari kabinet di sisi tersebut.  Dari sudut pandang ini, terlihat bahwa area dapur memiliki sistem penyimpanan vertikal hingga mencapai plafon. Hal ini merupakan trik untuk efisiensi dan pemaksimalan ruang yang terbatas.

Kamar Mandi Mungil dan compact
Kamar mandi abu-abu yang lebih berfokus pada fungsionalitas, karya Co+In Collaborative Lab, via arsitag.com

Mungil, compact, bare, dan fungsional. Kesan inilah yang terlihat dari kamar mandi dalam apartemen studio ini. Shower, sink, dan WC ditata dalam satu area dalam balutan warna abu-abu dan hitam. Ukuran dan warna keramik dinding terlihat kontras. Langkah ini mengalihkan perhatian dari aspek lain dalam kamar mandi. Fokus utama dari area ini terletak pada fungsi, dan sangat minim pada aspek dekorasi. Namun, justru di situlah keindahannya.

Desain apartemen kecil memerlukan perencanaan yang cermat demi mengakomodasi semua kebutuhan utama penghuni. Ruang komunal utama yakni ruang keluarga dan ruang makan, sekaligus ruang tamu bahkan diwujudkan dalam satu ruangan yang sama. Ruang tidur sebenarnya hanya berupa loft bed yang ditutupi rak kabinet. Menihilkan sekat permanen, desain apartemen ini menerapkan desain terbuka yang meminimalisasi adanya ruang yang mubazir. Tertarik menerapkan desain serupa?

Related Posts

Tinggalkan Balasan